Langit Kehidupanku

langit senja kian memerah di ufuk baratlepaskan jingga telan baskara bulat-bulattenggelamkan siang pada gelap malamtanpa kerlip bintang dan terang rembulan langitku kelam tersaput mendung megatiada berkas cahaya atau sekedar bayangtinggalkan keping hati remuk tak berdayaberharap keajaiban kan datang menjelang kekasihku ...engkaulah langit sempurna kehidupankubahagia dan sedihku tergores karenamuterima kasih pernah singgah dalam hatikusejenak hidupkan rasaku … Continue reading Langit Kehidupanku

Advertisements

Nasibmu Cepu

menyusuri setiap sudut kawasanmuhatiku serasa kian tersayat sembilutandus serta berdebu menyelimutisemenjak dahulu hingga waktu kini nyata kaya akan bahan dasar minyaknamun rakyat tak pernah hidup enakmestinya tata tentrem kerta raharjakarena minyak senantiasa berharga rimbun hutan jati tak lagi melindungitelah digergaji oleh keserakahan kejilingkungan alam meranggas ngenasterjangan bencana banjir kian ganas kaya alammu digerogoti senantiasatanpa balas … Continue reading Nasibmu Cepu

Getir

bermula dari ungkapan hati terangkai kata nan sarat arti meski tak seindah karya penyair namun ungkapan tulus mengalir aku bukanlah burung murai yang pandai nyanyi membuai aku juga bukan burung kenari yang mungil senantiasa menari aku hanya mampu menguntai kata berbagi keindahan pelipur kala lara harapku tak membuat buruk sangka kalau tak suka silahkan dibuang … Continue reading Getir

Kemarau Merindu Hujan

laksana kemarau merindu hujan dua hasrat telah dipertemukan menyusuri lembah seribu bunga mencumbu gairah sentuhan asa dirimu hadir dalam kesepianku menanti sepercik api asmaramu naluri purba kita dalam pelukan pastikan birasa menyatu perlahan kurasa gamangmu dalam dekapan tak kuasa menolak gejolak tertahan belaian kita mengalir bak sejuk air tak harus kita biarkan tersia berakhir detik … Continue reading Kemarau Merindu Hujan

Puisimu untuk Aku

harus bagaimana aku mengeja rasa ini saat bayangmu lincah menari di kisi hati membisikkan indah kisah kinasih kita bagai sepasang merpati nan selalu setia harus bagaimana aku membaca rasamu kala hadirmu membelah waktu tak terduga berharap tulus rasa tertuju hanya untukku bagai sejoli berjanji patrikan getar asmara tahukah engkau hatiku begitu luas menantimu seluas angkasa … Continue reading Puisimu untuk Aku